semua artikel mengenai pendidikan, pembelajaran, tutorial komputer untuk anda
Selasa, 26 November 2013
Cara install linux mint dengan virtualbox
Ø Pertama
buka aplikasi virtual box, dalam tahap ini karena saya menggunakan windows 8
Masuk startscreen – klik virtual box. Seperti
gambar di bawah ini
Ø
Setelah virtualbox terbuka. Klik New
Ø
Masukan nama OS pada kolon name, terserah anda
Ø
Untuk type pilih Linux
Ø
Untuk version pilih other linux
Ø
Kemudian klik next
Ø Untuk setting dari hard drive virtual, anda bisa menggunakan
VirtualBox Disk Image (VDI).
Ø Untuk pilihan drive, ada dua pilihan. Anda bisa memilih
Dynamically allocated atau Fixed size, sesuaikan dengan kebutuhan saja. Pada
contoh ini saya menggunakan Fixed size.
Untuk kapasitas drive, sebaiknya anda menggunakan minimal 3GB untuk Linux Mint
agar berjalan
Ø
Kemudian tentukan kapasitas drive nya, saya
memilih 5GB. Terus klik Create dan tunggu sampai proses creating selesai
Ø Sesudah anda membuat satu system, jangan running terlebih
dahulu, lakukan setting dan aktifkan Extended Features Enable PAE/NX. Ini
adalah bagian terpenting karena kernel dari Linux membutuhkan pilihan ini.
Untuk praktek ini saya menggunakan notebook acer aspire one 722.
Ø
Untuk
setting lainnya, biarkan default saja karena sudah tidak perlu di rubah lagi.
Ø
Jika
menginginkan proses install dengan lebih cepat, jangan lupa untuk tidak
mengaktifkan “load internet/network” pada saat install sehingga installer tidak
akan secara otomatis download update software.
Ø
Kemudian klik start
Ø
Kemudian pilih dimana anda menaruh file linux
mint yang berformat iso file dengan klik icon folder di sebelah kotak
Ø
Terus klik start dan tunggu sampai proses
instalasi selsai
Ø
Setelah muncul jendela seperti di bawah ini
kemudian klik instal linux mint dan tunggu sampai proses instalasi linux mint
selesai
Penggunaan tanda baca
A. Tanda Titik (.)
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan
pertanyaan atau seruan.
2. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam
suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
3. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit,
dan detik yang menunjukkan waktu.
4. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit,
dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
5. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara
nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda
seru, dan tempat terbit.
6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan
atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
7. Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat
Bab II, Huruf H.)
B. Tanda Koma (,)
1. 1. Tanda koma dipakai di antara unsur unsur dalam suatu
perincian atau pembilangan.
2. 2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara
yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti
tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.
3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari
induk kalimat jika anak kalimat itu
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan
penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena
itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu.
5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti
o, ya, wah, aduh, dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan,
seperti Bu, Dik, atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung
dari bagian lain dalam kalimat. (Lihat juga pemakaian tanda petik, Bab III,
Huruf J dan K.)
7. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan
langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan
langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
8. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b)
bagian bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah
atau negeri yang ditulis berurutan.
9. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang
dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
10. Tanda koma dipakai di antara bagian bagian dalam
catatan kaki atau catatan akhir.
11. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar
akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri,
keluarga, atau marga.
12. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di
antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
13. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan
yang sifatnya tidak membatasi. (Lihat juga pemakaian tanda pisah, Bab III,
Huruf F.)
14. Tanda koma dapat dipakai–untuk menghindari salah
baca/salah pengertian–di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
C. Tanda Titik Koma (;)
1. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata
penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk
setara.
2. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan
perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan
itu, sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan.
3. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua
kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh
tanda baca dan kata hubung.
D. Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan
lengkap yang diikuti rangkaian atau
2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan
yang memerlukan pemerian.
3. Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama
sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
4. Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor
dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu
karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
E. Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah
oleh pergantian baris.
2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang
mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian
baris.
3. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur
kata ulang.
4. Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian
tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu.
5. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (a) hubungan
bagian-bagian kata atau ungkapan dan (b) penghilangan bagian frasa atau
kelompok kata.
6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai:
a.
se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital,
b.
ke- dengan angka,
c.
angka dengan -an,
d.
kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital,
e.
kata ganti yang berbentuk imbuhan, dan
f.
gabungan kata yang merupakan kesatuan.
1. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa
Indonesia dengan unsur bahasa asing.
F. Tanda Pisah (–)
1. Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata
atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat.
2. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan
aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal,
atau tempat dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.
G. Tanda Tanya (?)
1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk
menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan
kebenarannya.
H. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai untuk mengakhiri
ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan
kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat.
I. Tanda Elipsis (…)
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang
terputus-putus
2. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam
suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
J. Tanda Petik (” “)
1. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung
yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
2. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi,
karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
3. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang
kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
K. Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)
1. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan
yang terdapat di dalam petikan lain.
2. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata
atau ungkapan.
3. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata
atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung,
Bab III, Huruf M)
L. Tanda Kurung (( ))
1. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan
keterangan atau penjelasan.
2. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau
penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.
3. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata
yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
4. Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf
yang memerinci urutan keterangan.
M. Tanda Kurung Siku ([ ])
1. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata,
atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian
kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau
kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
2. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan
dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
3. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat, nomor
pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim
atau tahun ajaran.
4. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata
atau, tiap, dan ataupun.
O. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)
Tanda penyingkat menunjukkan
penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Dia ‘kan sudah kusurati.
(‘kan = bukan)
Malam ‘lah tiba. (‘lah = telah)
1 Januari ’08 (’08 = 1988)
Langganan:
Komentar (Atom)













